Selasa, 09 Juli 2013

ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA AHLI DAN TENAGA TERAMPIL DI PROVINSI SULAWESI UTARA

Kebutuhan Tenaga Ahli dan Trampil Pada Perusahaan Jasa Perencana/Pengawas Konstruksi
Pierre H. Gosal

Dinamika dalam bidang Jasa Konstruksi terjadi terus-menerus sepanjang masa selama bangsa ini masih membangun secara fisik. Dinamika yang kuat ini terjadi hampir diseluruh tingkatan mulai dari nasional sampai lokal. Hal ini terjadi karena aktifitas pembangunan yang terus meningkat. Dinamika pembangunan yang meningkat dengan percepatan ini terbaca dalam APBN dari tahun ke tahun dimana pemerintah mengalokasikan dana pengembangan infrastruktur yang semakin lama semakin besar. Percepatan ini membutuhkan tenaga-tenaga jasa konstruksi yang makin lama makin banyak. Hal ini akan semakin rumit bila tenaga-tenaga ini dikaitkan dengan mutu, kwalitas, building capacity dan sebagainya.

Sulawesi Utara merupakan provinsi yang terletak pada sisi Pacific Rim. Situasi ini sejak lama telah diramalkan akan menjadi geo-posisi strategis. Sam Ratulangi, pada abad 18 menulis suatu kajian berjudul Indonesia di Pacific dimana dengan menggambarkan betapa strategisnya kawasan sulawesi utara yang. Pacific Rim yang menghubungkan negara-negara besar di Asia Tenggara, Asia Timur, Canada, US, dan Amerika Selatan bakal menjadi sutu jalur laut yang ramai ketika negara-negara di Asia ini berkembang. Sepertinya analisis-analisis di masa yang lalu mengandung kebenaran-kebanaran ketika kita melihat perkembangan di Asia yang sangat cepat dengan Korea, China, Taiwan dan Jepang sebagai prime-movernya. Kemudian, kekuatan-kekuatan kedua di Asia seperti Singapore, Malaysia, Thailand, Phlipine dan Indonesia mulai menampakan kemajuannya.Dari sisi lain, provinsi yang relatif aman dan tenang ini menjadi tempat berpindah masyarakat yang pada waktu yang lalu mengalami kerusuhan di wilayah yang berbatasan dengannya seperti Maluku, Halmahera Utara, dan Sulawesi Tengah. Selain jaraknya dekat, keamanan di tempat ini yang sangat terjaga menjadikan wilayah ini tempat yang dipilih sebagai tempat tinggal. Dengan bertambahnya jumlah penduduk dan berpindahnya modal investasi semakin membuat Sulawesi Utara lebih dinamis termasuk jasa konstruksinya.

Penjelasan diatas mengantar pada salah satu aspek penting dalam dunia jasa-konstruksi yaitu “tenaga kerja konstruksi”. Siapapun dia yang saat ini bekerja atau berkecimpung dalam bidang jasa-konstruksi di Sulawesi Utara akan merasakan bahwa jumlah tenaga-kerja belum cukup untuk mendukung pekerjaan-pekerjaan konstruksi saat ini, baik pekerjaan konstruksi yang ‘goverment expenditure’ yang dibiayai APBN dan APBD maupun yang dibiayai pihak swasta daam bentuk investasi. Kekurangan tenaga ini telah menjadi pembicaraan banyak pihak termasuk didalam LPJK Provinsi Sulawesi Utara dalam setiap kesempatan.
Masalah yang dihadapi dunia jasa konstruksi di Sulawesi Utara adalah berapa banyak tenaga ahli dan tenaga trampil yang dibutuhkan disini agar pembangunan dapat terjadi secara kontinyu.

Dari hasil penelitian terhadap kebutuhan tenaga ahli dan tenaga terampil oleh perusahaan jasa konsultan di Sulawesi Utara diperoleh hasil bahwa sebelum Tahun 2012 telah terjadi kesenjangan antara kebutuhan tenaga ahli / tenaga terampil dan ketersediaan tenaga ahli / tenaga terampil. Kekurangan ini masih terus terjadi dan melihat trend pertumbuhan akan terus terjadi dengan kesenjangan yang semakin besar.
 










Sumber : Hasil Kajian Tim Peneliti LPJKD 2012
Gambar 1.
 Trend Kebutuhan dan Ketersediaan Tenaga Ahli Untuk
 Perusahaan Jasa Konsultansi  di Sulawesi Utara

 














Sumber : Hasil Kajian Tim Peneliti LPJKD 2012
 Gambar 2.
 Trend Kebutuhan dan Ketersediaan Tenaga Terampil  Untuk
 Perusahaan Jasa Konsultansi  di Sulawesi Utara



Kesenjangan ini terjadi akibat 2 faktor yaitu :
A.      Kesulitan dalam memproses sertifikat baik SKA maupun SKT sebab untuk SKA kecuali HPJI, semuanya harus diurus di Jakarta.
B.      Produk Sarjana Teknik dan Lulusan SMA/SKA tidak cukup banyak di Sulawesi Utara sehingga tidak dapat mendukung kebutuhan tenaga kerja konstruksi.


Untuk menanggulanggi kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan tenaga ahli maka diperlukan suatu upaya berupa:

1.      Meningkatkan Jumlah lulusan sarjana teknik dari perguruan tinggi  di Sulawesi Utara yaitu
A.      Universitas Sam Ratulangi
B.      Universitas Negeri Manado
C.      Universitas Kristen Indonesia Tomohon
Tiga Universitas ini harus dapat memproduksi jumlah sarjana teknik sebanyak

Tahun
Jumlah
2013
1.568
2014
1.712
2015
1.854
2020
2.568
2025
3.282

Jumlah ini adalah hanya untuk kebutuhan perusahaan dan pekerjaan konstruksi dari perusahaan jasa konsultan di Sulwesi Utara dan belum termasuk dengan kebutuhan Perusahaan Jasa Pelaksana.

Untuk hal ini perlu LPJK Provinsi menggelar seminar sehari dengan pihak perguruan tinggi diatas untuk menjelaskan kebutuhan pasar tenaga ahli yang perlu dicermati oleh perguruan tinggi di Sulawesi Utara. Informasi ini harsu sesegera mungkin dibahas dan hasilnya perlu dipublikasi seluas-luasnya agar masyarakat Sulawesi Utara juga dapat memikirkan dan menanggapi.

2.      Melaksanakan pelatihan tenaga terampil untuk sertifikasi tenaga terampil.
Kekurangan tenaga terampil harsu disiasati dengan meingkatkan jumlah lulusan SMK dan menyelenggarakan pelatihan-pelatihan tenaga terampil baik oleh asosiasi, dan oleh pemerintah. Kekurangan tenaga terampil yang diperlukan perusahaan jasa konsultansi ini adalah tenaga terampil yang dibutuhkan untuk pekerjaan administrasi di Kantor Konsultan dan Tenaga Terampil yang digunakan oleh perusahaan konsultan ketika akan melaksanakan pekerjaan jasa konsultansi yang diperolehnya. Pelatihan tenaga terampil harus mencapai jumlah sebagai berikut:



Tahun
Jumlah
2013
894
2014
932
2015
969
2020
1.157
2025
1.344

Institusi yang memproduksi tenaga terampil yakni SMK yang ada di Sulswesi Utara termasuk juga SMU perlu segera mengetahui hal ini agar dapat dicermati dan menentukan kebijakan tertentu dalam rangka meningkatkan jumlah calon tenaga terampil.

Sosialisasi melalui media-media publik juga perlu dilakukan agar masyarakat mengetahui dan turut berpikir dalam rangka meningkat jumlah tenaga terampil.


3.      Mengefektifkan peran Asosiasi Profesi yang ada di Sulawesi Utara yaitu:
A.      Persatuan Insinyur Indonesia
B.      Ikatan Arsitek Indonesia
C.      Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia
D.     Asosiasi Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia
Maksud efektifitas yaitu Asosiasi Melakukan Sertifikasi Keahlian di Daerah dimana SKA Ahli Muda (pratama) dan SKA Ahli Madya dikeluarkan di daerah. Rencana ini telah diperjuangkan oleh LPJK, untuk itu Peraturan Lembaga tentang sertifikasi tenaga ahli ini agar dipercepat.



1 komentar:

  1. it is true or Green Building Green building is an attempt to produce a building using processes that are environmentally friendly, efficient use of resources during the building's life cycle from planning, construction, operation, maintenance, renovation and even to demolition.

    BalasHapus