Kebutuhan Tenaga Ahli dan
Trampil Pada Perusahaan Jasa Perencana/Pengawas Konstruksi
Pierre H.
Gosal
Dinamika dalam bidang
Jasa Konstruksi terjadi terus-menerus sepanjang masa selama bangsa ini masih
membangun secara fisik. Dinamika yang kuat ini terjadi hampir diseluruh
tingkatan mulai dari nasional sampai lokal. Hal ini terjadi karena aktifitas
pembangunan yang terus meningkat. Dinamika pembangunan yang meningkat dengan
percepatan ini terbaca dalam APBN dari tahun ke tahun dimana pemerintah
mengalokasikan dana pengembangan infrastruktur yang semakin lama semakin besar.
Percepatan ini membutuhkan tenaga-tenaga jasa konstruksi yang makin lama makin
banyak. Hal ini akan semakin rumit bila tenaga-tenaga ini dikaitkan dengan
mutu, kwalitas, building capacity dan sebagainya.
Sulawesi Utara merupakan
provinsi yang terletak pada sisi Pacific Rim. Situasi ini sejak lama telah
diramalkan akan menjadi geo-posisi strategis. Sam Ratulangi, pada abad 18
menulis suatu kajian berjudul Indonesia
di Pacific dimana dengan menggambarkan betapa strategisnya kawasan sulawesi
utara yang. Pacific Rim yang menghubungkan negara-negara besar di Asia
Tenggara, Asia Timur, Canada, US, dan Amerika Selatan bakal menjadi sutu jalur
laut yang ramai ketika negara-negara di Asia ini berkembang. Sepertinya
analisis-analisis di masa yang lalu mengandung kebenaran-kebanaran ketika kita
melihat perkembangan di Asia yang sangat cepat dengan Korea, China, Taiwan dan
Jepang sebagai prime-movernya. Kemudian, kekuatan-kekuatan kedua di Asia
seperti Singapore, Malaysia, Thailand, Phlipine dan Indonesia mulai menampakan
kemajuannya.Dari sisi lain, provinsi yang
relatif aman dan tenang ini menjadi tempat berpindah masyarakat yang pada waktu
yang lalu mengalami kerusuhan di wilayah yang berbatasan dengannya seperti
Maluku, Halmahera Utara, dan Sulawesi Tengah. Selain jaraknya dekat, keamanan
di tempat ini yang sangat terjaga menjadikan wilayah ini tempat yang dipilih
sebagai tempat tinggal. Dengan bertambahnya jumlah penduduk dan berpindahnya
modal investasi semakin membuat Sulawesi Utara lebih dinamis termasuk jasa
konstruksinya.
Penjelasan diatas mengantar pada salah satu aspek penting dalam dunia
jasa-konstruksi yaitu “tenaga kerja konstruksi”. Siapapun dia yang saat ini
bekerja atau berkecimpung dalam bidang jasa-konstruksi di Sulawesi Utara akan
merasakan bahwa jumlah tenaga-kerja belum cukup untuk mendukung
pekerjaan-pekerjaan konstruksi saat ini, baik pekerjaan konstruksi yang
‘goverment expenditure’ yang dibiayai APBN dan APBD maupun yang dibiayai pihak
swasta daam bentuk investasi. Kekurangan tenaga ini telah menjadi pembicaraan
banyak pihak termasuk didalam LPJK Provinsi Sulawesi Utara dalam setiap
kesempatan.
Masalah yang dihadapi dunia jasa konstruksi di Sulawesi Utara adalah berapa
banyak tenaga ahli dan tenaga trampil yang dibutuhkan disini agar pembangunan
dapat terjadi secara kontinyu.
Dari hasil penelitian terhadap kebutuhan tenaga ahli dan tenaga terampil oleh
perusahaan jasa konsultan di Sulawesi Utara diperoleh hasil bahwa sebelum Tahun
2012 telah terjadi kesenjangan antara kebutuhan tenaga ahli / tenaga terampil
dan ketersediaan tenaga ahli / tenaga terampil. Kekurangan ini masih terus
terjadi dan melihat trend pertumbuhan akan terus terjadi dengan kesenjangan
yang semakin besar.
![]() |
Sumber :
Hasil Kajian Tim Peneliti LPJKD 2012
Gambar 1.
Trend Kebutuhan dan Ketersediaan
Tenaga Ahli Untuk
Perusahaan Jasa Konsultansi di Sulawesi Utara
![]() |
Sumber :
Hasil Kajian Tim Peneliti LPJKD 2012
Gambar 2.
Trend Kebutuhan dan Ketersediaan
Tenaga Terampil Untuk
Perusahaan Jasa Konsultansi di Sulawesi Utara
Kesenjangan ini terjadi akibat 2 faktor yaitu
:
A.
Kesulitan dalam memproses sertifikat baik SKA
maupun SKT sebab untuk SKA kecuali HPJI, semuanya harus diurus di Jakarta.
B.
Produk Sarjana Teknik dan Lulusan SMA/SKA
tidak cukup banyak di Sulawesi Utara sehingga tidak dapat mendukung kebutuhan
tenaga kerja konstruksi.
Untuk menanggulanggi kesenjangan antara
kebutuhan dan ketersediaan tenaga ahli maka diperlukan suatu upaya berupa:
1.
Meningkatkan Jumlah lulusan sarjana teknik
dari perguruan tinggi di Sulawesi Utara
yaitu
A.
Universitas Sam Ratulangi
B.
Universitas Negeri Manado
C.
Universitas Kristen Indonesia Tomohon
Tiga
Universitas ini harus dapat memproduksi jumlah sarjana teknik sebanyak
|
Tahun
|
Jumlah
|
|
2013
|
1.568
|
|
2014
|
1.712
|
|
2015
|
1.854
|
|
2020
|
2.568
|
|
2025
|
3.282
|
Jumlah ini
adalah hanya untuk kebutuhan perusahaan dan pekerjaan konstruksi dari
perusahaan jasa konsultan di Sulwesi Utara dan belum termasuk dengan kebutuhan
Perusahaan Jasa Pelaksana.
Untuk hal ini perlu LPJK Provinsi menggelar seminar sehari dengan pihak
perguruan tinggi diatas untuk menjelaskan kebutuhan pasar tenaga ahli yang
perlu dicermati oleh perguruan tinggi di Sulawesi Utara. Informasi ini harsu
sesegera mungkin dibahas dan hasilnya perlu dipublikasi seluas-luasnya agar
masyarakat Sulawesi Utara juga dapat memikirkan dan menanggapi.
2.
Melaksanakan pelatihan tenaga terampil untuk
sertifikasi tenaga terampil.
Kekurangan tenaga terampil harsu disiasati dengan meingkatkan jumlah
lulusan SMK dan menyelenggarakan pelatihan-pelatihan tenaga terampil baik oleh
asosiasi, dan oleh pemerintah. Kekurangan tenaga terampil yang diperlukan
perusahaan jasa konsultansi ini adalah tenaga terampil yang dibutuhkan untuk
pekerjaan administrasi di Kantor Konsultan dan Tenaga Terampil yang digunakan
oleh perusahaan konsultan ketika akan melaksanakan pekerjaan jasa konsultansi
yang diperolehnya. Pelatihan tenaga terampil harus mencapai jumlah sebagai
berikut:
|
Tahun
|
Jumlah
|
|
2013
|
894
|
|
2014
|
932
|
|
2015
|
969
|
|
2020
|
1.157
|
|
2025
|
1.344
|
Institusi yang memproduksi tenaga terampil yakni SMK yang ada di Sulswesi
Utara termasuk juga SMU perlu segera mengetahui hal ini agar dapat dicermati
dan menentukan kebijakan tertentu dalam rangka meningkatkan jumlah calon tenaga
terampil.
Sosialisasi melalui media-media publik juga perlu dilakukan agar masyarakat
mengetahui dan turut berpikir dalam rangka meningkat jumlah tenaga terampil.
3.
Mengefektifkan peran Asosiasi Profesi yang
ada di Sulawesi Utara yaitu:
A.
Persatuan Insinyur Indonesia
B.
Ikatan Arsitek Indonesia
C.
Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia
D.
Asosiasi Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia
Maksud efektifitas yaitu Asosiasi Melakukan Sertifikasi Keahlian di Daerah
dimana SKA Ahli Muda (pratama) dan SKA Ahli Madya dikeluarkan di daerah.
Rencana ini telah diperjuangkan oleh LPJK, untuk itu Peraturan Lembaga tentang
sertifikasi tenaga ahli ini agar dipercepat.


it is true or Green Building Green building is an attempt to produce a building using processes that are environmentally friendly, efficient use of resources during the building's life cycle from planning, construction, operation, maintenance, renovation and even to demolition.
BalasHapus