Masyarakat Minahasa
saat ini menempati rumah dalam berbagai bentuk dan jenis. Sebagaimana
perjalanan waktu, dan semakin maju teknologi terutama dalam teknologi
informatika telah merembet jauh dalam pemikiran manusia sampai pada cara-cara
membangun rumah baik model, penggunaan material dan cara membangun. Dengan melihat-lihat internet, televisi dan
media-media lainnya, manusia meniru-niru bentuk-bentuk bangunan rumah di daerah
lain baik dalam maupun luar negeri dan seringkali itu dilakukan tanpa berpikir,
sehingga terciptalan dunia sekarang dimana rumah bergaya eropah, spanyol dan
lain-lain. Dalam banyak hal, rumah-rumah hasil meniru ini justru tidak memberikan kenyamanan pada
penghuninya.
Dalam tugas ini, akan
dikaji idea original masyarakat Minahasa sejak aman dahulu sampai saat ini
dalam membangun rumah tinggal yang terbuat dari material kayu. Hal ini dapat
dikatakan sebagai bagian dari budaya karena kebudayaan dapat berupa (1) ideas,
(2) activities, (3) artifacts ( Honigman J.J dalam The
World of Man, Herper & Brother, 1959). Lebih jelas lagi dengan Koentjaraningrat dalam Pengantar Ilmu Anthropologi 1986, yang mengatakan bahwa sistem
nilai budaya merupakan tingkat yang paling tinggi dan paling abstrak dari adat
istiadat. Hal itu disebabkan karena nilai-nilai budaya itu merupakan
konsep-konsep mengenai apa yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar warga
masyarakat mengenai apa yang mereka anggab bernilai, berharga, penting dalam
hidup sehingga dapat berfungsi sebagai suatu pedoman yang memberi arah dan
orientasi kepada kehidupan pada warga masyarakat tadi.
Membangun rumah tinggal merupakan bagian
kebudayaan. Dan dari sejarah Masyarakat Minahasa dapat diketahui bahwa Rumah
Kayu adalah rumah yang hadir sebagai idea asli Orang Minahasa. Rumah kayu telah
mengalami perkembangan dari waktu-ke waktu. Dan tugas ini akan mengkaji
bagaimana rumah ini dipandang dari sisi “hijau” dan “nyaman” yang bila hal itu
ternyata memiliki unsur kebenaran maka inilah Kearifan Lokal Masyarakat
Minahasa. Karena menurut Antariksa dalam makalahnya berjudul Kearifan Lokal dalam Arsitektur Perkotaan dan
Lingkungan Binaan Tahun 2011, kearifan lokal merupakan
suatu gagasan konseptual yang hidup dalam masyarakat, tumbuh dan berkembang
secara terus-menerus dalam kesadaran masyarakat, berfungsi dalam mengatur
kehidupan masyarakat dari yang sifatnya berkaitan dengan kehidupan yang sakral
maupun profan.
thanks for literature that is on top.
BalasHapusI hope people of Minahasa not only use the wood material to construct a dwelling or house. But the people of Minahasa should also plant trees to avoid all the form natural disasters that will occur in the future.
FERNANDA D.R WAYONG >13021102071<